Tarik nafas dalam dalam…………
Ternyata emang bener ya kata temen. Jadi orang baik tuh susah. Siapa sih orang yang baik itu? Orang yang pintarkah? Orang yang alimkah? Orang yang wawasannya luaskah? Ato siapa??? Gimana mau jadi orang yang baik, mendefinisikan orang yang baik aja juga susah. Tapi kok aku merasa bukan orang yang baik ya ? (lho kok begitu?) Just simply dunno. Yang jelas merasa gak baik aja. Tapi ya coba aja deh mari kita bicara soal orang yang baik. Pertama, orang yang baik adalah orang yang setiap ketemu dengan siapapun, tidak pernah ada orang yang merasa benci, kesel, dirugikan, nyebelin, bikin onar, bahkan berfikir jelek pun tidak ketika ketemu dengan orang yang baik ini. Apa ada ya orang yang seperti ini? 100 % mungkin emang gak ada, kecuali rosul Muhammad. Dialah orang yang bisa menebar kedamaian bagi siapapun yang ada di sekelilingnya, itulah yang disebut sebagai rahmatan lil alamin. Trus untuk orang yang bukan rosul bagaimana? Ya jelas akan ada dua kutub, 0% baik atau 100%baik. Dimanakah kita, sepertinya tidak mungkin akan ada di titik 0%, karena pada dasarnya manusia dibekali dengan hati nurani, orang sejahat fir’aunpun, yang mengaku dirinya sebagai tuhan, masih inget akan tuhan walaupun nyawanya sudah mau sampai ubun ubun.
Begitu pula sebaliknya, 100% juga gak mungkin, karena disamping punya hati nurani, kita juga dibekali dengan yang namanya nafsu, masih tergiur dengan duit yang bertumpuk tumpuk, masih ngelirik kalo liat perempuan seksi, masih kebayang andai saja duduk dikursi empuk, masih kepikiran akan kejelekan orang, (…. Huh, orang itu kok kayak gitu sih???) walau hanya dibatin, dan lain sebagainya. Jadi dimana donk?? Jujur, kita tau dan sadar kok apapun yang kita lakukan ni, pasti kepikiran ato paling tidak terlintas dalam benak, baik ato buruk yang kulakukan ini, benar ato tidak yang kulakukan ni, perlu ato tidak dan lain lain. Nah sekarang tinggal liat aja masing masing, pake hati nurani dan pikiran jernih, banyak mana antara kebaikan dan keburukan yang telah dilakukan dalam sehari, seberapa banyak waktu tuk kebaikan dan demikian pula tuk keburukan? Lebih efektif mana anggota tubuh ni telah dimamfaatkan, untuk yang produktif ato yang konsumtif? Dah berhasil menghitung hitung diri dalam sehari? bagaimana dengan seminggu, sebulan, setahun, sewindu dll Kedua, orang yang baik adalah orang yang adil.
Apa adil itu? Singkat kata, bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya. bisa mambawa diri dimanapun dia berada. Bisa memilah milih mana yang perlu dan mana yang tidak. Dan lain sebagainya. Untuk jadi orang yang adil, bukanlah pekerjaan yang mudah dan juga bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Artinya, sangat tergantung pada diri kita menempatkannya, tepat atau tidak menempatkannya. Untuk kehidupan kita, yang diliputi oleh berbagai macam kebutuhan, baik jasad ato ruh, materi atau immateri, luar atau dalam danlain sebagainya.
Untuk jasad, tentu, tubuh ini perlu mendapat perhatian yang layak, istirahat yang cukup, gizi yang seimbang, kerja tubuh yang konsisten, dan perawatan2 lainnya. Untuk ruh, kita butuh nutrisi sebagaimana jasad membutuhkan hal itu. Ia butuh gizi, istirahat, kinerja yang seimbang, motivasi dan lain sebagainya. Jadi apa hubungannya dengan orang yang adil? Orang yang adil itu adalah orang yang bisa menjaga keseimbangan diantara pasangan tersebut, tidak condong ke satu pihak, sementara yang lain diabaikan, tidak menginjak yang satu utuk mendapatkan yang lain. Sudah adilkah kita dalam hal ini? Kalo mau jadi orang yang baik yang emang harus adil. Ketiga, orang yang bertumpu pada kehidupan sekarang dengan menengok masa lalu untuk menatap masa depan. Ibarat orang naik mobil, ia harus konsentrasi dengan kemudinya, hidup matinya tergantung dengan kemudi mobilnya. Tapi ingat ia juga selalu menatap kedepan untuk menentukan arah, kapan harus belok kanan/kiri, lurus ataupun berhenti. Disamping itu sesekali ia juga perlu melihat kebelakang dengan panduan kaca spion untuk memantapkan laju kendaraannya.
Kehidupan ini berjalan terus. Kalo mau maju, kita harus bisa membaca keadaan diri ini, where from, where on and where to. Keempat, sudah cukupkah tiga criteria itu supaya bisa dikatakan sebagai orang yag baik? Jawabnya jelas belum. Semua itu butuh realisasi, butuh tindakan nyata, bukan hanya diawang awing. Oleh karena itu, meminjam istilah AA gym, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai saat ini. Selamat mencoba! Semoga benar benar menjadi orang yang baik…
Salam perjuangan
Budi
A night at Utrecht
