Masih ingat dengan ide brilian yang dilontarkan Wakil Presiden RI Yusuf Kalla tentang ijasah sarjana beberapa waktu yang lalu? Dia mengusulkan agar para mahasiswa yang baru lulus diberi kesempatan untuk menggunakan ijazah mereka sebagai agunan untuk memperoleh modal usaha. Sekilas, melihat dan mendengar ide ini memang tampak menggiurkan terutama bagi para sarjana yang sudah berusaha “menjual” ijasahnya dari pintu lowongan satu ke pintu lowongan yang lain, tapi pekerjaan yang ia harapkan tak kunjung didapat. Gagasan yang dilontarkan Yusuf Kalla ini jelas menjadi angin segar bagi lulusan lulusan baru. Namun yang menjadi permasalahan adalah apakah mereka betul-betul siap untuk memasuki dunia wirausaha? Apakah bekal pengetahuan yang mereka dapat dari perkuliahan kewirausahaan semasa kuliah cukup untuk memulai usaha atau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri? Lalu bagaimana dunia perbankan? Tentu saja, permasalahannya jadi tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Gagasan yang dilontarkan tersebut tentu saja bukan tidak berdasar. Barangkali mengingat angka jumlah pengangguran yang masih cukup tinggi. Lulusan perguruan tinggi dewasa ini semakin memasuki masa sulit, karena ternyata dari sekitar 30 juta pengangguran di Indonesia, 11 juta orang di antaranya adalah lulusan S1 (sarjana) dan 4,5 juta adalah lulusan kejuruan yang telah siap terjun ke lapangan kerja, seperti yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Zainuddi MPd, Koordinator Kopertis Wilayah I. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, menurut data yang ada sekitar 60 persen lulusan perguruan tinggi menganggur. Dan menurut data yang ada dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin), lapangan kerja rata rata hanya menyerap 37 persen lulusan perguruan tinggi. Apalagi pengaruh resesi dan krisis global yang melanda dunia akhir akhir ini, tentunya akan sulit bagi kalangan dunia usaha untuk meningkatan daya serap lulusan, bahkan yang terjadi justru penurunan. Kondisi inilah yang sempat menarik perhatian kalangan pelaku dunia usaha dan akademisi. Untuk itulah tahun 2009, DIKTI menjadikan program kewirausahaan sebagai program prioritas nasional yang harus dijalankan oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Dikti menyebutnya dengan Program wirausahaan mahasiswa.
Sebenarnya ada apa dengan kualitas lulusan Perguruan Tinggi perguruan tinggi kita?
