<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Budi Kadaryanto</title>
	<atom:link href="http://kadaryanto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kadaryanto.wordpress.com</link>
	<description>Learn from the past, Live for today, and Dream for tomorrow</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Sep 2009 07:22:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kadaryanto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Budi Kadaryanto</title>
		<link>http://kadaryanto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kadaryanto.wordpress.com/osd.xml" title="Budi Kadaryanto" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kadaryanto.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Reward and Punishment dalam mendidik anak</title>
		<link>http://kadaryanto.wordpress.com/2009/09/10/reward-and-punishment-dalam-mendidik-anak/</link>
		<comments>http://kadaryanto.wordpress.com/2009/09/10/reward-and-punishment-dalam-mendidik-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 03:52:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kadaryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kadaryanto.wordpress.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, ada sebuah diskusi tentang bagaimana hukuman atau sanksi hendaknya diberikan terhada seorang anak yang telah melakukan kesalahan.  Pembicaraan ini menjadi menarik, karena ada kontroversi tentang apa dan bagaimana seharusnya sanksi bisa diberikan terhadap seorang anak. Dalam dunia pendidikan, memang mengenal istilah reward and punishment. Reward diberikan ketika seorang anak telah berhasil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=150&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu, ada sebuah diskusi tentang bagaimana hukuman atau sanksi hendaknya diberikan terhada seorang anak yang telah melakukan kesalahan.  Pembicaraan ini menjadi menarik, karena ada kontroversi tentang apa dan bagaimana seharusnya sanksi bisa diberikan terhadap seorang anak.<span id="more-150"></span></p>
<p>Dalam dunia pendidikan, memang mengenal istilah reward and punishment. Reward diberikan ketika seorang anak telah berhasil mencapai sebuah tahap perkembangan tertentu, achievement yang bagus, atau tercapainya sebuah target. Sebaliknya, punishment biasanya dilakukan ketika apa yang menjadi target target tertentu tidak tercapai, atau ada perilaku anak yang tidak sesuai dengan norma2 yang diyakini oleh sekolah tersebut.</p>
<p>Dua hal yang ini memang menjad hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Dengannya, diharapkan mereka akan menjadi rangsangan bagi sang anak untuk mengalami proses belajar yang terdorong oleh kesadaran mereka sendiri.  Dalam artian, anak diharapkan mampu mempelajari sesuatu bukan karena paksaan paksaan atau pengaruh2 dari orang lain, melainkan dari diri mereka sendiri dengan menyadari apa yang bisa mereka lakukan untuk kebaikan mereka sendiri. Disamping itu, diharapkan anak  menjadi semakin aware akan ancaman2 yang bisa merugikan atau membuat mereka susah sendiri. Sebagai contoh, ketika seorang anak diberikan pekerjaan rumah oleh sang guru, mereka dirangsang untuk memahami materi lebih mendalam sampai benar2 paham terhadap materi yang diajarka oleh sang guru. Pada saat yang sama, mereka juga didiik untuk bertanggung jawab terhadap pekerjan mereka sendiri yang nantinya mamfaatnyapun akan kembali ke  mereka juga. Disisi lain, ketika seorang anak tidak mengerjakan PR yang sudah ditugaskan ke mereka, dengan suatu punishment  tertentu, anak diharapkan menyadari keadaan mereka bahwa mereka dalam keadaan &#8220;bahaya&#8221; dalam artian, anak telah berhenti untuk berusaha mengembangkan diri mereka sendiri, yang pada akhirnya akan merugikan diri mereka sendiri juga.</p>
<p>Bentuk dan cara mengukum anak yang melakukan sebuah kesalahan tentu berbeda beda, sangat tergantung dari intensitas kesalahan, dan haru mememnuhi beberapa kriteria tertentu. Anak yang melakukan sebuah kesalahan, hendaknya tidak langsung diberikan sanksi seketika. melainkan harus melalui proses penyadaran lebih dari dua kali, bahwa apa yang sudah mereka lakukan itu adalah sebuah kesalahan. Setelah diingkatkan tentang kesalahannya, dan sang anak tetap saja melakukan hal itu, maka barulah sang guru boleh memberikan sanksi atau hukuman terhadap anak tersebut dengan catatan, hukumannya terukur, tidak menyakiti fisik, tidak berdampak psikologis yang berlebihan (memalukan) dan harus dilakukan dalam waktu dan tempat yang tepat.</p>
<p>Salah satu hal yang perlu diingat dalam memberikan hukuman terhadap siswa yang melakukan kesalahan adalah bahwa secara filosofis, hukuman itu sifatnya hanyalah sebuah sarana. Sarana untuk menyadarkan siswa, dan mengembalikan mereka ke dalam trek yang benar. Disamping itu, hukuman yang diberdiaikan seorang anak di tingkat TK, tentu saja berbeda dengan anak SMP maupun SMA.  Ketika ada seoranganak TK yang tidakmau lagi sekolah gara2 pernah dihukun sang guru, kemudian timbul pertanyaan. Bolehkah hal ini dilakukan? apa yang seharusnya dilakukan?</p>
<p>bersambung&#8230;</p>
<p><!--Session data--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kadaryanto.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kadaryanto.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kadaryanto.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kadaryanto.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kadaryanto.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kadaryanto.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kadaryanto.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kadaryanto.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kadaryanto.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kadaryanto.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kadaryanto.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kadaryanto.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kadaryanto.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kadaryanto.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=150&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kadaryanto.wordpress.com/2009/09/10/reward-and-punishment-dalam-mendidik-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/505eefdf344fcbc10d7939e766223fd2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kadar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang ingin kuraih dari ramadhan kali ini&#8230;</title>
		<link>http://kadaryanto.wordpress.com/2009/08/21/yang-ingin-kuraih-dari-ramadhan-kali-ini/</link>
		<comments>http://kadaryanto.wordpress.com/2009/08/21/yang-ingin-kuraih-dari-ramadhan-kali-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 17:22:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kadaryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kadaryanto.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Hampir semua orang islam pasti tau bahwa bulan ramadhan adalah bulan yang paling mulia diantara bulan2 yang ada dalam setahun. Di bulan ini, umat islam berlomba  lomba untuk melazimkan istighfar, memperbanyak amal ibadah, meningkatkan kualitas diri dengan iman demi meraih derajat taqwa. Bagiku, ramadhan  kali ini adalah kali yang  kedua dimana aku harus menjalaninya jauh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=147&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir semua orang islam pasti tau bahwa bulan ramadhan adalah bulan yang paling mulia diantara bulan2 yang ada dalam setahun. Di bulan ini, umat islam berlomba  lomba untuk melazimkan istighfar, memperbanyak amal ibadah, meningkatkan kualitas diri dengan iman demi meraih derajat taqwa. Bagiku, ramadhan  kali ini adalah kali yang  kedua dimana aku harus menjalaninya jauh dari anak istri, keluarga, dan temen2 dekat. Ya kalau dipikir berat emang berat ketika harus memilih hidup jauh dari orang orang yang dicintai. Tapi demi cita2 kedepan untuk kehidupanku dan my little but  happy famly, kami harus dengan penuh optimisme menjalaninya. Jalani saja. <span id="more-147"></span></p>
<p>Berpuasa di negri yang mana  muslim adalah kaum minoritas jelas sangat berbeda dengan berpuasa di tanah air. Suara azan tiap 5 kali sehari, kumandang bacaan quran, ceramah2 keagamaaan, dan lain sejenisnya praktis tidak bisa ku dengar dan jumpai disini. Inilah mungkin salah satu yang membuat puasa di sini terasa berbeda. Untunglah ada temen2 senasib seperjuangan. Untunglah ada orang2 yang bisa menjadi pengganti keluarga sementara. Untunglah ada yang namanya internet. Dengannya aku  bisa sesekali menengok acara2 televisi indonesia, siraman2 rohani, program2 keagamaan dlsb. Walaupun begitu,  tetap saja beda rasanya (ya jelang dos la wong tempatnya saja beda ;) ) Ya nikmati sajalah apa yang ada sekarang sambil melihat apa yang bisa diraih kedepanya.</p>
<p>Apa yang ingin kuraih dengan berpuasa kali ini? adakah niatan khusus? target khusus yang membuatnya berbeda dengan tahun2 sebelumnya? hmmm. Yah jawaban umum dan diplomatisnya, supaya bisa menjadi pribadi yang bertaqwa. ( amin ) Apakah cukup dengan jawaban ini? tentu saja tidak tho. Ketika menulis blog ini, tiba2 aku inget masa2 ketika masih di desa, ketika diri masih terasa dalam motivasi yang tinggi dan mengkaji (berarti sekarang rendah ya :)) ), ketika masih duduk di bangku sekolah. Jika dievaluasi, memang semangatku untuk belajar agama saat ini jauh berbeda dengan saat itu. Ironisnya bukan perbedaan yang membaik, namun justru sebaliknya. Astaghfirulloh. Ya mungkin karena hal inilah, di dalam bulan ramadhan kali ini, aku ingin bener bener memperbaiki SDM ini, yg kl meminjam istilah dan gayanya tukul &#8216;SDM rendah&#8217;. huuhhh.</p>
<p>Mengapa hal ini begitu penting? tentu saja hampir semua orang bisa menemukan jawaban yang relatif benar dalam menjawab pertnyaan ini. Nah, sekarang yang jadi masalah adalah si Mr. How-nya. Bagaimana kualitas SDM bisa meningkat. Sederet teori, segudang kata mutiara, seabrek program2 self capacity building sudah menyediakan trik2 yang dapat membawa kita ke arah peningkatan kualitas diri. hmmm, tapi&#8230; lagi2 &#8216;it&#8217;s always easier said than done&#8217; selalu terbentur disini. Tantangan dan godaannya terlalu berat untuk diterjang. apalagi ketika hanya sedikit waktu energi yang disisihkan untuk perbaikan diri. apalagi kalau hanya menjadi bagian yg tersisih saja. Tapi kan bukan berarti tidak sama sekali to? yang penting tetep harus ada prorgress. Jangan berhenti, maju terus. Dengan berhenti saja tidak membuat masalah jadi berlalu begitu saja, tp justru sebaliknya, dia akan terus menumpuk dan akan menjadi gunung es yg akan menjadi bumerang bagi diri sendiri. Just do whatever u can do for better future. ok ?</p>
<p>Dari seseorang yng selalu ingin mencari&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kadaryanto.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kadaryanto.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kadaryanto.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kadaryanto.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kadaryanto.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kadaryanto.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kadaryanto.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kadaryanto.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kadaryanto.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kadaryanto.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kadaryanto.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kadaryanto.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kadaryanto.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kadaryanto.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=147&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kadaryanto.wordpress.com/2009/08/21/yang-ingin-kuraih-dari-ramadhan-kali-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/505eefdf344fcbc10d7939e766223fd2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kadar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merubah mental Job Seeker menjadi Job Creator</title>
		<link>http://kadaryanto.wordpress.com/2009/08/01/merubah-mental-job-seeker-menjadi-job-creator/</link>
		<comments>http://kadaryanto.wordpress.com/2009/08/01/merubah-mental-job-seeker-menjadi-job-creator/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 02:01:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kadaryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kadaryanto.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat dengan ide brilian yang dilontarkan Wakil Presiden RI Yusuf Kalla tentang ijasah sarjana beberapa waktu yang lalu? Dia mengusulkan agar para mahasiswa yang baru lulus diberi kesempatan untuk  menggunakan ijazah mereka sebagai agunan untuk memperoleh modal usaha. Sekilas, melihat  dan mendengar ide ini memang tampak menggiurkan terutama bagi para sarjana yang sudah berusaha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=143&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih ingat dengan ide brilian yang dilontarkan Wakil Presiden RI Yusuf Kalla tentang ijasah sarjana beberapa waktu yang lalu? Dia mengusulkan agar para mahasiswa yang baru lulus diberi kesempatan untuk  menggunakan ijazah mereka sebagai agunan untuk memperoleh modal usaha. Sekilas, melihat  dan mendengar ide ini memang tampak menggiurkan terutama bagi para sarjana yang sudah berusaha “menjual” ijasahnya dari pintu lowongan satu ke pintu lowongan yang lain, tapi pekerjaan yang ia harapkan tak kunjung didapat.  Gagasan yang dilontarkan Yusuf Kalla ini jelas menjadi angin segar bagi<span id="more-143"></span> lulusan lulusan baru. Namun yang menjadi permasalahan adalah apakah mereka betul-betul siap untuk memasuki dunia wirausaha? Apakah bekal  pengetahuan yang mereka dapat dari perkuliahan kewirausahaan semasa kuliah cukup untuk memulai usaha atau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri? Lalu bagaimana dunia perbankan? Tentu saja, permasalahannya jadi tidak semudah membalikkan telapak tangan.</p>
<p>Gagasan yang dilontarkan tersebut tentu saja bukan tidak berdasar. Barangkali mengingat angka jumlah pengangguran yang masih cukup tinggi. Lulusan perguruan tinggi dewasa ini semakin memasuki masa sulit, karena ternyata dari sekitar 30 juta pengangguran di Indonesia, 11 juta orang di antaranya adalah lulusan S1 (sarjana) dan 4,5 juta adalah lulusan kejuruan yang telah siap terjun ke lapangan kerja, seperti yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Zainuddi MPd, Koordinator Kopertis Wilayah I. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, menurut data yang ada sekitar 60 persen lulusan perguruan tinggi menganggur. Dan menurut data yang ada dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin), lapangan kerja rata rata hanya menyerap 37 persen lulusan perguruan tinggi. Apalagi pengaruh resesi dan krisis global yang melanda dunia akhir akhir ini, tentunya akan sulit bagi kalangan dunia usaha untuk meningkatan daya serap lulusan, bahkan yang terjadi justru penurunan. Kondisi inilah yang sempat menarik perhatian kalangan pelaku dunia usaha dan akademisi. Untuk itulah tahun 2009, DIKTI menjadikan program kewirausahaan sebagai program prioritas nasional yang harus dijalankan oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Dikti menyebutnya dengan Program wirausahaan mahasiswa.</p>
<p>Sebenarnya ada apa dengan kualitas lulusan Perguruan Tinggi perguruan tinggi kita?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kadaryanto.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kadaryanto.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kadaryanto.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kadaryanto.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kadaryanto.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kadaryanto.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kadaryanto.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kadaryanto.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kadaryanto.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kadaryanto.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kadaryanto.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kadaryanto.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kadaryanto.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kadaryanto.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=143&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kadaryanto.wordpress.com/2009/08/01/merubah-mental-job-seeker-menjadi-job-creator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/505eefdf344fcbc10d7939e766223fd2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kadar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Cinta dan Kerinduan</title>
		<link>http://kadaryanto.wordpress.com/2009/02/23/antara-cinta-dan-kerinduan/</link>
		<comments>http://kadaryanto.wordpress.com/2009/02/23/antara-cinta-dan-kerinduan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 08:19:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kadaryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kadaryanto.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Ya Alloh&#8230; Ternyata ada satu hal yang harus ku tengok di dunia ini dari hanya sekedar materi, dunia materi, hal hal yang selalu dihadapkan dengan empirisme, hal hal yang tampak kasat mata. Ialah CINTA. Ya, Cinta. Cinta bukan materi, juga bukan empiris, cinta hanya bisa ditempuh melalui jalan jalan yang ghoib, abstract, dan sensible. Ya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=138&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya Alloh&#8230;</p>
<p>Ternyata ada satu hal yang harus ku tengok di dunia ini dari hanya sekedar materi, dunia materi, hal hal yang selalu dihadapkan dengan empirisme, hal hal yang tampak kasat mata. Ialah CINTA. Ya, Cinta. Cinta bukan materi, juga bukan empiris, cinta hanya bisa ditempuh melalui jalan jalan yang ghoib, abstract, dan sensible.<span id="more-138"></span></p>
<p>Ya Alloh&#8230; Begitu mulianya Engkau telah menciptakan cinta dengan begitu dahsyatnya menguncang sebuah dunia, membolak balikkan peradaban manusia. Hanya dalam waktu sekejap, cinta bisa merubah manusia yang berperangai jahat menjadi baik hati, yang jauh menjadi dekat, yang benci menjadi cinta, begitupun sebaliknya. Kalo ditanya tentang cinta, aku memang tak tau apa apa, tapi aku punya cinta, aku bisa merasakan cinta. Dan aku yakin, cinta itu ada. Ya, ada. Aku sendiri memang sempat dibutakan oleh cinta, di hanyutkan oleh cinta, di hempaskan oleh cinta, diarak arak bagai gelombang samudra berlarian ketepian, oleh cinta. Pun, aku juga pernah dilupakan oleh cinta. Dan karna itulah, aku telah banyak berbuat zalim atas nama cinta.</p>
<p>Ya Alloh&#8230; Maafkanlah aku atas dosa dosaku oleh cinta. Aku berkali kali Kau ingatkan, Kau bangunkan, bahkan Engkau tampar atas kelalaianku karena cinta, supaya aku bangkit, aku sadar, aku kembali meneruskan perjalanan. Tapi ternyata, semakin Engkau &#8216;menamparku&#8217;, seolah semakin kebal aku akan &#8216;tamparanMu&#8217;. Bukan bermaksud untuk menegasikan kelembutanMu ya Alloh, tapi Justru karna keras kepalanya diriku sebagai hambaMu, yang seharusnya sadar, hidup didunia ini tak lama, Aku tak tau kapan harus menghadapMu. Ampuni Aku Ya Alloh… Ampuni Aku Ya Alloh…</p>
<p>Apa yang harus kulakukan dengan cinta? Begitu kuatnya ia menusuk hatiku, mencabik cabik perasaanku, membuatku terbuai dengan kegamanganku akan CintaMu.  Ya Alloh&#8230; CintaMu pasti lebih diatas cintaku, Engkau selalu mencintai siapapun, mengasihi siapapun yang Engkau kehendaki tanpa pandang bulu, bahkan dengan dosa dan kezalimanku yang bertumpuk tumpukpun, Engkau masih tetap mencintai dan mengasihiku.</p>
<p>Ya Alloh, Terlalu baaaaaiiikkkkk Engkau padaku.  Sementara itu aku sendiri&#8230; aku benar benar telah melupakanMu, meninggalkanMu, menjauhkan diri dariMu, dan sedikit sekali aku ingat padaMu.Aku hanya ingat padaMu dikala aku sedih dan susah. Dikala senang, dengan mudahnya aku melupakanMu, akan semua yang telah Engkau lakukan padaku. Aku rapuh, aku mudah goyah, aku lemah&#8230;</p>
<p>Astaghfirullohaladzim…</p>
<p>Ketamakan telah menutup jalanku tuk dekat denganMu,</p>
<p>Kerakusan akan dunia telah mengeraskan hatiku akan cintaMu,</p>
<p>Kezaliman telah mengotori hati dan fikiranku,</p>
<p>Kelalaian telah membuaiku dengan begitu kuatnya  Ya Alloh&#8230;</p>
<p>Aku ini terlalu jauh untuk mendekat kepadaMu</p>
<p>Aku ini terlalu kotor untuk bersandar di hadapanMu</p>
<p>Aku ini terlalu rapuh untuk berjalan tanpa kehadiranMu disisiku</p>
<p>Aku ini terlalu lemah untuk merasakan derai cambuk dariMu Aku ini&#8230;</p>
<p>Ya Alloh&#8230;</p>
<p>Ribuan kilometer disana, Permata permata hati ini menanti</p>
<p>Terlalu jauh rasanya menapaki hari demi hari ini untuk sampai ke bulan Juni</p>
<p>Sekian kali kucoba untuk menegakkan dada ini, supaya tegar dan sabar hati Namun kesekian kali juga diri ini harus terseok seok di jalan yang sepi ini</p>
<p>Kesepian ini benar benar telah merenggut masa demi masa kami untuk berbagi</p>
<p>Ya Alloh&#8230;</p>
<p>Sampaikan kerinduan ini pada mereka yang duduk termangu disana</p>
<p>Taburkan rasa cinta ini ke seluruh kehidupan mereka disana</p>
<p>Hadirkan jiwa ini dalam menapaki langkah2 mereka disana</p>
<p>Kokohkan kerinduan dalam sanubari mereka disana</p>
<p>Utrecht 20/02/09</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kadaryanto.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kadaryanto.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kadaryanto.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kadaryanto.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kadaryanto.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kadaryanto.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kadaryanto.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kadaryanto.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kadaryanto.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kadaryanto.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kadaryanto.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kadaryanto.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kadaryanto.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kadaryanto.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=138&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kadaryanto.wordpress.com/2009/02/23/antara-cinta-dan-kerinduan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/505eefdf344fcbc10d7939e766223fd2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kadar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Andai</title>
		<link>http://kadaryanto.wordpress.com/2009/02/20/andai/</link>
		<comments>http://kadaryanto.wordpress.com/2009/02/20/andai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 02:46:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kadaryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kadaryanto.wordpress.com/2009/02/20/andai/</guid>
		<description><![CDATA[Andai Kau biarkan  aku tuk berandai andai&#8230; Andai saja aku bisa memilih, aku tak tau apakah pilihan itu yang terbaik bagiku&#8230; Andai saja aku bisa kembali ke masa lalu, akupun pasti bingung mana yang akan kupilih&#8230; Andai saja aku bisa menghapus semua masa laluku, aku mungkin tak bisa merasakan nikmatnya masa sekarang&#8230; Andai saja aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=117&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry-content">
<div class="entry-body">
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Andai Kau biarkan  aku tuk berandai andai&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Andai saja aku bisa memilih, aku tak tau apakah pilihan itu yang terbaik bagiku&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Andai saja aku bisa kembali ke masa lalu, akupun pasti bingung mana yang akan kupilih&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Andai saja aku bisa menghapus semua masa laluku, aku mungkin tak bisa merasakan nikmatnya masa sekarang&#8230;<span id="more-117"></span></span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Andai saja aku dilahirkan dengan semua kriteria yang kuinginkan, akupun bimbang bisa menjaganya dengan baik&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Andai saja aku bisa aku diberikan satu keinginan yang pasti terwujud, akupun ragu mana yang akan kupilih&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Andai saja segala yang kuanggap baik, juga selalu Kau anggap baik&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Ya Alloh&#8230;ya Alloh&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Kapan aku ni akan berhenti berandai&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Aku selalu menginginkan X, sementara yang Kau berikan Y&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Aku tak menginginkan X, sementara Y pun juga tak Kau berikan&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Aku memang harus sadar,  X dan Y tidak akan pernah bersatu&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Tidak semua X harus Y, begitu juga sebaliknya,</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Tidak semua Y harus X&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Tau kenapa&#8230;.?</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Karena X dan Y punya entitas masing masing yang jelas berbeda.</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Apa yang harus kulakukan&#8230;?</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Jika diberi X, berfikirlah X. Jika diberi Y berfikirlah Y. </span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Ingat?</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">X dan Y tidak akan pernah bersatu. Hanya pikiranlah yang bisa menyatukan keduanya.</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Kehidupan telah Engkau ciptakan dengan begitu sempurnanya&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Ya Alloh&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Terima  Kasih atas semua kehidupan yang Engkau anugerahkan selama ini, sekarang, yang akan datang, dan sampai kapanpun ketika waktu pun sudah tak mampu membatasinya&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Bukan soal baik buruknya, bukan soal bahagia tidaknya, bukan soal sukses tidaknya, bukan soal sengsara atau sejahtera, dan bukan bukan lainnya, melainkan&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Semua itu adalah PemberianMu&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:comic sans ms;">Budi<br />
</span></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kadaryanto.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kadaryanto.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kadaryanto.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kadaryanto.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kadaryanto.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kadaryanto.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kadaryanto.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kadaryanto.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kadaryanto.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kadaryanto.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kadaryanto.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kadaryanto.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kadaryanto.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kadaryanto.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=117&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kadaryanto.wordpress.com/2009/02/20/andai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/505eefdf344fcbc10d7939e766223fd2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kadar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku bukan orang yang baik&#8230;</title>
		<link>http://kadaryanto.wordpress.com/2009/02/20/aku-bukan-orang-yang-baik/</link>
		<comments>http://kadaryanto.wordpress.com/2009/02/20/aku-bukan-orang-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 00:41:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kadaryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kadaryanto.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Tarik nafas dalam dalam………… Ternyata emang bener ya kata temen. Jadi orang baik tuh susah. Siapa sih orang yang baik itu? Orang yang pintarkah? Orang yang alimkah? Orang yang wawasannya luaskah? Ato siapa??? Gimana mau jadi orang yang baik, mendefinisikan orang yang baik aja juga susah. Tapi kok aku merasa bukan orang yang baik ya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=96&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tarik nafas dalam dalam…………</p>
<p>Ternyata emang bener  ya kata temen. Jadi orang baik tuh susah.  Siapa sih orang yang baik itu? Orang yang pintarkah? Orang yang alimkah? Orang yang wawasannya luaskah? Ato siapa??? Gimana mau jadi orang yang baik, mendefinisikan orang yang baik aja juga susah.  Tapi kok aku merasa bukan orang yang baik ya ? (lho kok begitu?)<span id="more-96"></span> Just simply dunno. Yang jelas merasa gak baik aja. Tapi ya coba aja deh mari kita bicara soal orang yang baik.  Pertama, orang yang baik adalah orang yang setiap ketemu dengan siapapun, tidak pernah ada orang yang merasa benci, kesel, dirugikan, nyebelin, bikin onar, bahkan berfikir jelek pun tidak ketika ketemu dengan orang yang baik ini. Apa ada ya orang yang seperti ini? 100 % mungkin emang gak ada, kecuali rosul Muhammad. Dialah orang yang bisa menebar kedamaian bagi siapapun yang ada di sekelilingnya, itulah yang disebut sebagai  rahmatan lil alamin.  Trus  untuk orang yang bukan rosul bagaimana? Ya jelas akan ada dua kutub, 0% baik atau 100%baik. Dimanakah kita, sepertinya tidak mungkin akan ada di titik 0%, karena pada dasarnya manusia  dibekali dengan hati nurani, orang sejahat fir’aunpun, yang mengaku dirinya sebagai tuhan, masih inget akan tuhan walaupun nyawanya  sudah mau sampai ubun ubun.</p>
<p>Begitu pula sebaliknya, 100% juga gak mungkin,  karena disamping punya hati nurani, kita juga dibekali dengan yang namanya nafsu, masih tergiur dengan duit yang bertumpuk tumpuk, masih ngelirik kalo liat perempuan seksi, masih kebayang andai saja duduk dikursi empuk, masih kepikiran akan kejelekan orang, (…. Huh, orang itu kok kayak gitu sih???) walau hanya dibatin, dan lain sebagainya.  Jadi dimana donk?? Jujur, kita tau dan sadar kok apapun yang kita lakukan ni, pasti kepikiran ato paling tidak terlintas dalam benak, baik ato buruk yang kulakukan ini, benar ato tidak yang kulakukan ni, perlu ato tidak dan lain lain. Nah sekarang tinggal liat aja masing masing, pake hati nurani dan pikiran jernih, banyak mana antara kebaikan dan keburukan yang telah dilakukan dalam sehari, seberapa banyak waktu tuk kebaikan dan demikian pula tuk  keburukan? Lebih efektif mana anggota tubuh ni telah dimamfaatkan, untuk yang produktif ato yang konsumtif? Dah berhasil menghitung hitung diri dalam sehari? bagaimana dengan seminggu, sebulan, setahun, sewindu dll  Kedua, orang yang baik adalah orang yang adil.</p>
<p>Apa adil itu? Singkat kata, bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya.  bisa mambawa diri dimanapun dia berada. Bisa memilah milih mana yang perlu dan mana yang tidak. Dan  lain sebagainya. Untuk jadi orang yang adil, bukanlah pekerjaan yang mudah dan juga bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Artinya, sangat tergantung pada diri kita menempatkannya, tepat atau tidak menempatkannya. Untuk kehidupan kita, yang diliputi oleh berbagai macam kebutuhan, baik jasad ato ruh, materi atau immateri, luar atau dalam danlain sebagainya.</p>
<p>Untuk jasad, tentu, tubuh ini perlu mendapat perhatian yang layak, istirahat yang cukup, gizi yang seimbang, kerja tubuh yang konsisten, dan perawatan2 lainnya. Untuk ruh, kita butuh nutrisi sebagaimana jasad membutuhkan hal itu. Ia butuh gizi, istirahat, kinerja yang seimbang, motivasi dan lain sebagainya. Jadi apa hubungannya dengan orang yang adil? Orang yang adil itu adalah orang yang bisa menjaga keseimbangan diantara pasangan tersebut, tidak condong ke satu pihak, sementara yang lain diabaikan, tidak menginjak yang satu utuk mendapatkan yang lain.  Sudah adilkah kita dalam hal ini? Kalo mau jadi orang yang baik yang emang harus adil.  Ketiga, orang yang bertumpu pada kehidupan sekarang dengan menengok masa lalu untuk menatap masa depan. Ibarat orang naik mobil, ia harus konsentrasi dengan kemudinya, hidup matinya tergantung dengan kemudi mobilnya. Tapi ingat ia juga selalu menatap kedepan untuk menentukan arah, kapan harus belok kanan/kiri, lurus ataupun berhenti. Disamping itu sesekali ia juga perlu melihat kebelakang dengan panduan kaca spion untuk memantapkan laju kendaraannya.</p>
<p>Kehidupan ini berjalan terus. Kalo mau maju, kita harus bisa membaca keadaan diri ini, where from, where on and where to.  Keempat, sudah cukupkah tiga criteria itu supaya bisa dikatakan sebagai orang yag baik? Jawabnya jelas belum. Semua itu butuh realisasi,  butuh tindakan nyata, bukan hanya diawang awing. Oleh karena itu, meminjam istilah AA gym, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai saat ini.  Selamat mencoba! Semoga benar benar menjadi orang yang baik…</p>
<p>Salam perjuangan</p>
<p>Budi</p>
<p>A night at Utrecht</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kadaryanto.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kadaryanto.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kadaryanto.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kadaryanto.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kadaryanto.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kadaryanto.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kadaryanto.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kadaryanto.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kadaryanto.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kadaryanto.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kadaryanto.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kadaryanto.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kadaryanto.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kadaryanto.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=96&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kadaryanto.wordpress.com/2009/02/20/aku-bukan-orang-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/505eefdf344fcbc10d7939e766223fd2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kadar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari tulisan Andi F Noya&#8230;</title>
		<link>http://kadaryanto.wordpress.com/2008/11/18/belajar-dari-tulisan-andi-f-noya/</link>
		<comments>http://kadaryanto.wordpress.com/2008/11/18/belajar-dari-tulisan-andi-f-noya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 22:15:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kadaryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kadaryanto.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Sudah beberapa hari, saya berhenti sejenak untuk menulis. Rasanya kangen juga untuk megungkapkan kembali fase fase kehidupan ini dalam bentuk tulisan. Memang saya bukan penulis yang handal, terstruktur, lugas dan padat makna. Pilihan kata katanya pun juga masih sangat sederhana. Keinginan saya untuk bercerita ini berangkat dari bacaan kisah Andi F Noya, yang mendapat hikmah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=92&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah beberapa hari, saya berhenti sejenak untuk menulis. Rasanya kangen juga untuk megungkapkan kembali fase fase kehidupan ini dalam bentuk tulisan. Memang saya bukan penulis yang handal, terstruktur, lugas dan padat makna. Pilihan kata katanya pun juga masih sangat sederhana. Keinginan saya untuk bercerita ini berangkat dari bacaan kisah Andi F Noya, yang mendapat hikmah dari sebuah kaca spion yang di posting di sebuah milis.</p>
<p>Yang menarik dari tulisan itu adalah mengenai perjalanannya dalam upaya untuk menghapus kebencian. <span id="more-92"></span>Dan saya sangat tersentuh karenanya. Kalau dipikir pikir, pikiran kita, terutama saya ini memang masih banyak sekali diliputi oleh hal hal yang negatif dan sangat menghambat perjalanan kita untuk menuju sukses. Kebencian, balas dendam, iri hati, dengki, tidak suka melihat orang lain sukses, selalu menilai keburukan orang lain daripada keburukan diri, mudah patah semangat, membayangkan hal hal yang terlalu maya atau terlalu menghayal dan masih banyak lainnya.</p>
<p>Tapi ya itulah yang namanya pikiran. Kalau kita tidak pandai pandai memilih mana yang harus masuk ke pikiran kita, bisa bisa waktu ini habis hanya karena memikirkan hal hal yang seharusnya tidak kita pikirkan. akhirnya jadi hancurlah masa depan kita. <em>Memanage</em> sebuah pikiran bukanlah pekerjaan yang mudah. Saya sudah berusaha berkali kali untuk selalu berfikir dalam kerangka pikir positif, konstruktif, optimis, dan solutif. Tetapi ternyata godaan itu juga selalu ada dan datang dari arah yang tidak disangka sama sekali.</p>
<p>Saya sendiri yang sudah berusia 27 tahun lebih, kadang terbesit di pikiran dan tiba tiba seolah dibangunkan, saya sudah sekian lamanya menapaki kehidupan ini, jika dibuat rata2 usia manusia 60 thn, sudah hampir separuh saya lalui. Tetapi selama ini apa yang telah saya perbuat? apa yang telah saya hasilkan? saya sangat iri sekali pada temen temen yang seusia saya tetapi sudah bisa  menghasilkan sederet karya yang bermamfaat. Lalu selama ini apa yang telah saya perbuat? Saya juga tidak tahu. Tapi yang pasti, saya merasa belum bisa berbuat banyak untuk kehidupan ini.</p>
<p>Saya sendiri sebenarnya sudah berkali kali berupaya untuk keluar dari lingkaran lingkaran pikiran negatif dan buruk yang menghambat kemajuan. Tapi setiap  kali usaha itu dirintis, beberapa kali mengalami kegagalan, kalaupun sempat berhasil memperbaiki manajemen pikiran, itupun hanya berlangsung sesaat, tidak berlangsung lama. Teryata ada satu hal lagi yang diperlukan disini. Disamping upaya untuk selalu <em>pisitif thinking</em>, konsistensi sangat diperlukan.</p>
<p>Sama halnya dengan manajemen pikiran, menjaga konsistensi ini juga bukanlah suatu pekerjaan yang mdah untuk dilakukan. Dibutuhkan tekad dan semangat yang kuat untuk menjaga kelangsungan manajemen pikiran positif yang sudah kita bangun sebelumnya. Perjalanan untuk ini bukan tanpa kendala. Kerikil selalu ada. Oleh karenanya, upaya untuk berpikir maju dan menjaga konsistensi harus diupayakan seimbang. Motivasi yang konstruktif dan evaluatif harus selalu ditumbuhkan untuk menjaga keseimbangan antara dua hal tersebut. Untuk mengupayakan agar motivasi tetap terjaga,  kita harus menyadari dengan sungguh sungguh apapun yang sedang kita lakukan. Kalau kita saja tidak tau apa yang dilakukan, bagaimana kita akan termotivasi?</p>
<p>Ingatlah, hidup ini hanya sekali, harus dimamfaatkan dengan sebaik baiknya, waktu berjalan terus dan tidak akan pernah berhenti sedetikpun. Waktu yang hilang tidak akan pernah kembali. Apapun yang telah terjadi takkan terulangi. Namun demikian kita bisa memamfaatkannya untuk refleksi perjalanan diri, apa saja hal2 positif yang sudah kita lakukan, begitu juga dengan hal2 negatif. Bandingkan antara dua hal tersebut mana yang lebih banyak, positif atau negatif? Inikah hidup yang kita inginkan? atau kita punya mimpi kehidupan yang lain? Semua orang pasti ingin sukses, maju, bahagia, dan tercukupi segala keinginannya. Yang membedakan antara manusia satu dengan yang lainnya adalah prosesnya untuk merealisasikan keinginan tersebut.</p>
<p>Utrecht 18/11/08</p>
<p>Budi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kadaryanto.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kadaryanto.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kadaryanto.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kadaryanto.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kadaryanto.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kadaryanto.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kadaryanto.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kadaryanto.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kadaryanto.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kadaryanto.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kadaryanto.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kadaryanto.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kadaryanto.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kadaryanto.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=92&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kadaryanto.wordpress.com/2008/11/18/belajar-dari-tulisan-andi-f-noya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/505eefdf344fcbc10d7939e766223fd2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kadar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TO love your life=To love yourself</title>
		<link>http://kadaryanto.wordpress.com/2008/11/10/to-love-your-lifeto-love-yourself/</link>
		<comments>http://kadaryanto.wordpress.com/2008/11/10/to-love-your-lifeto-love-yourself/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 06:33:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kadaryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kadaryanto.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[The word “loving your self” can be unfamiliar to a lot of people. Most people don’t like themselves &#8211; they feel they are not good enough and they keep blaming themselves for their failures. Even worse, most people are not happy with their lives, believing that they are a failure for not being able to [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=87&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The word “loving your self” can be unfamiliar to a lot of people. Most people don’t like themselves &#8211; they feel they are not good enough and they keep blaming themselves for their failures. Even worse, most people are not happy with their lives, believing that they are a failure for not being able to afford the lives they want to have. It may stem from the very basic human nature &#8211; people like to complain, for whatever reason, there is always something to make them unhappy &#8211; the hard to explain insatiable needs. How can we deal effectively with this very nature? The easy antidote will be to love your life, or to love what you have. But how? Of course, it is easier said than done. <span id="more-87"></span></p>
<p>Loving your life means loving yourself, both terms go hand in hand and they can be synonymous. When you love yourself, you love your life and, as a result, you enjoy your life more. It is important that you feel positive about your life because feelings are infectious. When you are grumpy the people around you will get grumpy. When you are positive, you create a positive environment and you help people feel positive about their lives. In a positive environment, people support each other and you will get the best from life.</p>
<p>It is important to keep your feelings in check because negative environment can be dangerous. Again, feelings are infectious &#8211; your complaining nature may create a negative, if not hostile environment. Under such a circumstance, not only existing problems do not get solved, you add more problems to the already chaotic environment. You can never underestimate the multiplier effect, especially when it is negative, as it can create a downward spiral, a vicious circle. Once you are in a vicious circle, it can lead to a trap that will take a tremendous effort to get out. When we are talking about domino effect of negativity, we don’t have to talk about being tied to addictions such as drugs, cigarettes or gambling. Those are extreme examples. We can talk about a simple example such as you were upset for being late to work, then you blamed the traffic and the government, then you told your co-worker about it, then your co-worker got upset because she couldn’t focus on her work, then her boss got upset because the deadline was missed. Then the entire office got upset because the boss was mad to everybody. Then you came home upset, then your family got upset because you were upset, then you were so upset that you forgot to pay an overdue bill, then you got even more upset to pay the late fee, and so on, and so on. Something has to be done when you see the earliest sign of upsetting emotions to stop the spiraling effect.</p>
<p>Therefore, it is important that you learn to love yourself so that you can love your life. How? The first step can be to realize that your life is a gift from God and God knows best, way beyond human. There is a mystery in life, we simply must believe that God creates us for a purpose, a good purpose. And if anything, whatever we do, we do it for God. It means that to do your best in life is to show gratitude to God for the gift. On the other hand, to complain about life is to complain about God’s policy. It is patronizing! It is like you think you are better than God and you start telling God what to do. When something doesn’t go the way you think it should go, you might want to take a deeper look to see the hidden message sent by God. Challenges always provide us with something to learn.</p>
<p>There are many ways that you can do to start to love yourself. First, you can explore your dreams. Your life is at your disposal, you have every right to follow your heart and you have the privilege to choose what you believe are the best for you. Listening to your heart allows you to have a purpose in life and you can start by developing interests in whatever makes you happy. Then you can start building up your strengths to enable you to accomplish your dreams. Another way to help you love yourself is to give your love to others. You cannot love others if you don’t love yourself first. Loving others creates a push for you to start learning to love yourself.</p>
<p>What if we feel upset anyway for life is full with upsetting incidents. Being upset is part of being human, and we want to acknowledge our humanity. Of course, feeling positive takes efforts and it takes a lot of self discipline. It is easy to get back to the old pattern of prone to being irritable. But, it is a matter of choice. If you want to have a good life, you may want to learn to overcome the negativity.</p>
<p>raji</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kadaryanto.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kadaryanto.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kadaryanto.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kadaryanto.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kadaryanto.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kadaryanto.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kadaryanto.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kadaryanto.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kadaryanto.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kadaryanto.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kadaryanto.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kadaryanto.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kadaryanto.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kadaryanto.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=87&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kadaryanto.wordpress.com/2008/11/10/to-love-your-lifeto-love-yourself/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/505eefdf344fcbc10d7939e766223fd2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kadar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Ways to Improve Your Mind by Reading the Classics</title>
		<link>http://kadaryanto.wordpress.com/2008/11/10/10-ways-to-improve-your-mind-by-reading-the-classics/</link>
		<comments>http://kadaryanto.wordpress.com/2008/11/10/10-ways-to-improve-your-mind-by-reading-the-classics/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 05:58:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kadaryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kadaryanto.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[The other day I came across some disturbing statistics on reading. According to a Jenkins Group survey, 42% of college graduates will never read another book. Since most people read bestsellers printed in the past 10 years, it follows that virtually no one is reading the classics. Although it’s unfortunate that the intellectual heritage of [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=83&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="ad_left"><span class="comments"><span class="right_print"> <a title="Print This Post" rel="nofollow" href="http://www.pickthebrain.com/blog/improve-your-mind-by-reading-the-classics/print/"></a></span></span></p>
<p>The other day I came across some disturbing statistics on reading. According to a <a title="Jenkins Group" href="http://www.jenkinsgroupinc.com/">Jenkins Group</a> survey, <a title="No one reads!" href="http://www.humorwriters.org/startlingstats.html">42% of college graduates will never read another book</a>. Since most people read bestsellers printed in the past 10 years, it follows that virtually no one is reading the classics. Although it’s unfortunate that the intellectual heritage of humanity is being forgotten we can use this to our benefit. By reading the classics to improve your mind you can give yourself an advantage. These examples illustrate 10 ways reading the classics will help you succeed.<span id="more-83"></span></p>
<p><strong>1. Bigger Vocabulary</strong></p>
<p>When reading the classics you’ll come across many words that are no longer commonly used. Why learn words most people don’t use? To set yourself apart. Having a bigger vocabulary is like having a tool box with more tools. A larger arsenal of words enables you to express yourself more eloquently. You’ll be able to communicate with precision and create a perception of higher intelligence that will give you an advantage in work and social situations.</p>
<p><strong>2. Improved Writing Ability</strong></p>
<p>Reading the classics is the easiest way to improve your writing. While reading you unconsciously absorb the grammar and style of the author. Why not learn from the best? Great authors have a tendency to take over your mind. After reading, I’ve observed that my thoughts begin to mirror the writer’s style. This influence carries over to writing, helping form clear, rhythmic sentences.</p>
<p><strong>3. Improved Speaking Ability</strong></p>
<p>Becoming a better speaker accompanies becoming a better writer because both are caused by becoming a better thinker. Studying works of genius will teach you to express yourself with clarity and style. By improving your command of the English language, you’ll become more persuasive, sound more intelligent, and enjoy an advantage over less articulate people.</p>
<p><strong>4. Fresh Ideas</strong></p>
<p>Isn’t it ironic that the best source for new ideas are writers who’ve been dead for centuries? I’ve derived some of my best ideas <a title="Write Something Worth Reading" href="http://www.pickthebrain.com/blog/how-to-write-something-worth-reading/">directly from the classics</a>. It makes sense when you consider the competition. Everyone you know is reading the same popular blogs and bestselling books. Observing the same ideas as everyone else leads to generic and repetitive thinking. No wonder it’s difficult to sound original! By looking to the classics for inspiration you can <a title="Secret to Creativity" href="http://www.pickthebrain.com/blog/the-secret-to-creativity/">enhance your creativity</a> and find fresh subject matter.</p>
<p><strong>5. Historical Perspective</strong></p>
<p>I could argue this point myself, but why bother if <a onclick="return mugicPopWin(this,event);" oncontextmenu="mugicRightClick(this);" title="Einstein's Ideas and Opinions" href="http://www.amazon.com/gp/redirect.html%3FASIN=B000GU4LDQ%26tag=picthebrawita-20%26lcode=xm2%26cID=2025%26ccmID=165953%26location=/o/ASIN/B000GU4LDQ%253FSubscriptionId=0EMV44A9A5YT1RVDGZ82">Einstein</a> has already done it?</p>
<blockquote><p>Somebody who reads only newspapers and at best the books of contemporary authors looks to me like an extremely nearsighted person who scorns eyeglasses. He is completely dependent on the prejudices and fashions of his times, since he never gets to see or hear anything else. And what a person thinks on his own without being stimulated by the thoughts and experiences of other people is even in the best case rather paltry and monotonous.</p>
<p>There are only a few enlightened people with a lucid mind and style and with good taste within a century. What has been preserved of their work belongs among the most precious possessions of mankind.</p>
<p>Nothing is more needed than to overcome the modernist’s snobbishness.</p></blockquote>
<p><strong>6. Educational Entertainment</strong></p>
<p>Reading great books is fun. The key is getting past the initial vocabulary barrier. It’s actually less difficult than you think. Even challenging authors use a limited vocabulary. After the initial learning curve, you’ll find the classics as readable as modern books and infinitely more stimulating. Classics have endured because of entertainment value. There’s a reason filmmakers keep remaking old books — they have the best content.</p>
<p><strong>7. Sophistication</strong></p>
<p>If you’d like to excel in conversation, knowledge of the classics is essential. These are books that keep coming up. They’re a part of human history that isn’t going to disappear in 10 years like 99% of books on the bestsellers list. By reading the classics you gain a deeper appreciation of ideas generally taken for granted. Plus quoting Aristotle or Voltaire is a great way to win an argument.</p>
<p><strong>8. More Efficient Reading</strong></p>
<p>I just finished reading <a onclick="return mugicPopWin(this,event);" oncontextmenu="mugicRightClick(this);" href="http://www.amazon.com/gp/redirect.html?ie=UTF8&amp;location=http%3A%2F%2Fwww.amazon.com%2Fgp%2Fproduct%2F0307387895%2Fsr%3D53-1%2Fqid%3D1182299027&amp;tag=picthebrawita-20&amp;linkCode=ur2&amp;camp=1789&amp;creative=9325">The Road</a><img style="border:medium none!important;margin:0!important;" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=picthebrawita-20&amp;l=ur2&amp;o=1" border="0" alt="" width="1" height="1" /> by Cormac MacCarthy. It’s so good that it won the Pulitzer Prize. Afterwards I read the first few chapters of <a onclick="return mugicPopWin(this,event);" oncontextmenu="mugicRightClick(this);" href="http://www.amazon.com/gp/redirect.html?ie=UTF8&amp;location=http%3A%2F%2Fwww.amazon.com%2Fs%3Fie%3DUTF8%26tag%3Dmozilla-20%26index%3Dblended%26link%255Fcode%3Dqs%26field-keywords%3Dlolita%26sourceid%3DMozilla-search&amp;tag=picthebrawita-20&amp;linkCode=ur2&amp;camp=1789&amp;creative=9325">Lolita</a><img style="border:medium none!important;margin:0!important;" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=picthebrawita-20&amp;l=ur2&amp;o=1" border="0" alt="" width="1" height="1" />. I was shocked by Lolita’s superiority. Truly great books don’t come around every year. If you only read contemporary literature, you’re drawing from a diluted pool. Why not make the most of your reading time by finding the best of the best?</p>
<p><strong>9. Develop a Distinct Voice</strong></p>
<p>If you’re a writer/blogger, ignoring the classics is a mistake. This has <em>nothing</em> to do with subject matter. Regardless of what you write about, you need to be persuasive and develop a distinct voice. The best way to learn is from the masters. I’ve seen several articles recommend examples of good writing — they’ve all been other blogs. I have a feeling most people reading this article already read enough blogs. Spending some time with the classics will give you an edge.</p>
<p><strong>10. Learn Timeless Ideas</strong></p>
<p>We like to believe, in our modern arrogance, that technology has changed everything. In truth, <a title="Read Old Books" href="http://www.pickthebrain.com/blog/why-you-must-read-old-books-to-think-great-thoughts/">it feels the same to be alive today as it did a thousand years ago</a>. The lessons of the classics carry as much weight as ever. They contain information that is directly applicable to your life. Don’t believe me? Try reading <a onclick="return mugicPopWin(this,event);" oncontextmenu="mugicRightClick(this);" href="http://www.amazon.com/gp/redirect.html?ie=UTF8&amp;location=http%3A%2F%2Fwww.amazon.com%2FAutobiography-Benjamin-Franklin-Second-Yale%2Fdp%2F0300098588%3Fie%3DUTF8%26s%3Dbooks%26qid%3D1182300813%26sr%3D8-1&amp;tag=picthebrawita-20&amp;linkCode=ur2&amp;camp=1789&amp;creative=9325">Ben Franklin’s Autobiography</a><img style="border:medium none!important;margin:0!important;" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=picthebrawita-20&amp;l=ur2&amp;o=1" border="0" alt="" width="1" height="1" /> without learning something. Reading the classics develops an understanding of the human condition and a deeper appreciation of modern problems.</p>
<p>In closing, I’d like to briefly anticipate criticism. This is not an attack on everything modern. To read nothing but the classics would be as foolish as completely ignoring them. The aim is to combine the wisdom of the past with the innovation of the future. The two are inextricably linked — the best books are yet to be written.</p>
<p>Also, this is not an appeal to snobbery. Quite the opposite. Reading the classics is a cheap hobby. Used copies can be borrowed from the library or purchased for 1/20 the cost of trendy books that are the talk of high society. Please stop associating the classics with your English Lit. Professor.</p>
<p><span class="comments"><span class="left">John Wesley</span></span></p>
<p>http://www.pickthebrain.com/blog/improve-your-mind-by-reading-the-classics/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kadaryanto.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kadaryanto.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kadaryanto.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kadaryanto.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kadaryanto.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kadaryanto.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kadaryanto.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kadaryanto.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kadaryanto.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kadaryanto.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kadaryanto.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kadaryanto.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kadaryanto.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kadaryanto.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=83&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kadaryanto.wordpress.com/2008/11/10/10-ways-to-improve-your-mind-by-reading-the-classics/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/505eefdf344fcbc10d7939e766223fd2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kadar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=picthebrawita-20&#38;l=ur2&#38;o=1" medium="image" />

		<media:content url="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=picthebrawita-20&#38;l=ur2&#38;o=1" medium="image" />

		<media:content url="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=picthebrawita-20&#38;l=ur2&#38;o=1" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Akademis or Politis?</title>
		<link>http://kadaryanto.wordpress.com/2008/11/09/akademis-or-politis/</link>
		<comments>http://kadaryanto.wordpress.com/2008/11/09/akademis-or-politis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 07:22:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kadaryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Story of the Day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kadaryanto.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Apakah yang dimaksud dengan akademis? yang jelas secara common sense, segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu dan pengetahuan, pendidikan, pengajaran and the like. Lalu apa yang dimaksud dengan dan politis? saya tidak akan mejabarkannya secar panjang lebar, menurut definisi apa dan siapa, yang jelas definisi yang akan kita pake disini, hanya definisi serabutan, artinya segala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=79&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah yang dimaksud dengan akademis? yang jelas secara common sense, segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu dan pengetahuan, pendidikan, pengajaran and the like. Lalu apa yang dimaksud dengan dan politis? saya tidak akan mejabarkannya secar panjang lebar, menurut definisi apa dan siapa, yang jelas definisi yang akan kita pake disini, hanya definisi serabutan, artinya segala sesuatau yang berhubungan dengan jabatan, kedudukan, posisi strategis  and the like. <span id="more-79"></span></p>
<p>Dilema untuk memilih antara dua hal ini memang terjadi dan dialami oleh beberapa orang. terutama mereka yang terkait dengan dua hal tersebut. Seorang akademisi, bisa saja pindah haluan ke dunia politik, begitu pula sebaliknya. Menentukan pilihan diantara dua hal ini bukanlah sesuatu yang cukup mudah. Keduanya memiliki konsekuensi yang logis sekaligus kritis. Seorang akademisi ketika dia menentukan pilihan untuk terjun dalam bidang politik, kemungkinan besar konsentrasinya akan pecah dan bisa berakibat menurunnya profesionalisme dalam bidang akademiknya. Namun, politisi yang terjun dalam bidang akademis, bisa jadi dikarenakan dua hal, kapasitas dia dalam bidang politiknya emang dibutuhkan untuk melakukan trasfer bidang &#8220;perpolitikan&#8221;, atau memang karir politiknya sudah mulai surut dan sudah ada tanda2 &#8220;kalah&#8221; sehingga dia harus banting setir untuk kembali terjun kedalam bidang akademik.</p>
<p>Milih akademis? atau Politis ya? ya terserah, silahkan aja dipertimbangkan dengan baik baik, dengan penuh keyakinan dan kondisi pribadi masing2. Yang jelas harus hati2 dalam menentukan pilihan. yang harus dipikirkan adalah konsekuensi2nya. Dan usahakan, dalam memilih segala sesuatu harus benar benar dari hati nurani, bkan karena nafsu, nafsu yang sifatnya duniawi. Sifat manusia emang cenderung untuk serakah, meraup dua2nya, dengan bangganya dia katakan pada dirinya sendiri, &#8220;kalau dua emang bisa, kenapa harus satu?&#8221;</p>
<p>Lho, memangnya tidak boleh kalau mau ambil dua duanya. Kalau ditanya boleh ndak boleh, jelas boleh saja. Tapi ingat, yang namanya sebuah pilihan akan memiliki konsekuensi logis. Selama ini yang terjadi adalah, ketika kita memilih dua duanya, terjun dalam bidang akademis  dan pilitis sekaligus, biasanya nilai nilai akademisnya yang sedikit demi sedikit luntur. Semuaanya tentu saja kembali ke pribadi masing masing. Oleh karena itu, karna saya mengetahui bahwa diri  ini emang tidak memiliki kapasitas yang luar biasa, makanya cenderung cari jalan yangaman saja. Dan sepertinya saya pribadi cenderung untuk fokus ke bidang akademis saja, dengan memaksimalkan seluruh potensi yang ada untuk meraih kecermelangan dalam bidang akademis yang mudah mudahan juga bisa membantu memberikan sesuatu yang berharga bagi pendidikan di negeri ini  yang kata orang sedang mengalami keterpurukan.</p>
<p>Terpuruk seperti apa? dan seberapa terpurukkah?  Menjawab pertanyaan ada membutuhkan waktu dan pemikiran tersendiri yang insyaAlloh akan coba kita uraikan di lain kesempatan. Saya hanya akan mencoba membandingkan bagaimana pendidikan diterapkan di negara negara maju. Contoh kecil saja di Belanda. Kenapa pendidikan disini cukup maju?  Terkait dengan topik diatas, yang saya lihat disini setiap orang hanya bener fokus dan professional dalam satu bidang saja. Misal, kalau emang adalah seorang ahli bahasa, sampai kapanpun hidupnya dan pemikirannya hanya difokuskan ke bahasa saja, sampai benar benar dia professional dalam bidangnya secara <em>all out</em>.<em> </em>Makanya tak ayal, kalo ada beberapa ahli bahasa yang bermunculan di negeri kincir angin ini. Begitu pula bagi mereka yang fokus ke bidang politik, maka diapun juga hanya akan fokus  secara all out dalam bidangnya saja. Mungkin mereka berpandangan kalau professionalisme yang bener bener akan maksimal itu hanya dala  satu bidang saja. Oleh karena itu, dari uraian singkat dan apa adanya diatas, mungkin memang kita harus kembali menyadari bahwa hidup adalah pilihan, ketika telah menjatuhkan ke sebuah pilihan, maka harus bener bener dijalankan secara all out, jangan setengah setengah  karena hal ini akan bisa membawa kehancuran. Mudah mudahan Alloh senantiasa menuntun dan membimbing kita untuk menentukan pilihan yang tepat dalam hidup ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kadaryanto.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kadaryanto.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kadaryanto.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kadaryanto.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kadaryanto.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kadaryanto.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kadaryanto.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kadaryanto.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kadaryanto.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kadaryanto.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kadaryanto.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kadaryanto.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kadaryanto.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kadaryanto.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kadaryanto.wordpress.com&amp;blog=3014700&amp;post=79&amp;subd=kadaryanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kadaryanto.wordpress.com/2008/11/09/akademis-or-politis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/505eefdf344fcbc10d7939e766223fd2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kadar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
